Game PUBG Dilarang

Ketika permainan baku tembak ini meraih predikat sebagai game terlaris, justru kemudian game PUBG dilarang oleh berbagai negara salah satunya Yordania. Tentu saja banyak pihak yang kecewa dengan keputusan tersebut, apalagi para gamer sendiri yang sudah terbiasa dimanjakan dengan berbagai sensasinya.

Berbagai media sudah banyak mengulas tentang populernya game PUBG, tak terkecuali di Yordania. Salah satu negara Arab ini telah mengumumkan kepada para karyawan kerajaan untuk tidak memainkannya. Bahkan para psikolog pun ikut turun tangan memberikan berbagai peringatan tentang dampak negatif yang diakibatkan oleh game tersebut.

Meskipun diiringi dengan perdebatan dari pihak-pihak yang berkepentingan, tapi nyatanya sekarang game PUBG dilarang di Yordania. Game yang disebut-sebut mirip dengan film “Hunger Game” ini pada akhirnya tidak bisa lagi dimainkan oleh para pegawai pemerintah mereka.

Pencekalan Game PUBG

Alasan Pihak Kerajaan Mengumumkan Larangan

Melalui TRC (Telecommunications Regulatory Commission) pihak pemerintah Yordania melakukan pemblokiran situs PUBG. Selain itu mereka juga mengumumkan peringatan untuk tidak memainkan PUBG karena dianggap memberikan banyak efek negatif untuk para pemainnya. Spesifiknya, game ini dikatakan seperti mempromosikan isolasi, egoisme dan kekerasan.

Dewan Shoura merekomendasikan larangan tersebut, seperti yang dikatakan oleh Mohammad Al-Qahtani (salah seorang anggota dewan). Mereka telah menerima banyak keluhan berhubungan dengan permainan itu. Cara permainan ini yang mengadu karakter masing-masing pemain dalam pertarungan virtual dianggap mirip seperti nilai egoisme dan kekerasan dalam film The Hunger Games.

Karena itu, meski sudah sangat populer di Yordania, tetap saja game PUBG dilarang. Pihak pemerintah Yordania pun mengumumkan peringatan pada Desember 2018 terutama kepada seluruh pegawai pemerintah. Keputusan ini sejalan dengan larangan yang telah diumumkan serupa di Nepal, negara bagian Gujarat dan Irak.

Larangan Game PUBG Terinspirasi Juga oleh Aceh

Sebagai daerah yang istimewa dan diberikan otonomi khusus, Aceh bisa membuat berbagai macam kebijakan yang berbeda dengan pemerintah. Hal ini juga disebut-sebut berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah Yordania melarang PUBG. Selain tentunya juga melihat dari larangan yang sudah diterapkan sebelumnya oleh negara lain.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh menyampaikan bahwa dikeluarkannya fatwa haram untuk memainkan PUBG karena dianggap telah mengajarkan kebrutalan serta kekerasan. Sejalan dengan apa yang mendorong pemerintah Yordania mengeluarkan larangan. Mereka menganggap bahwa permainan ini akan menyebabkan lebih banyak sisi mudharat dibandingkan manfaat.

Game PUBG dilarang karena telah disepakati bisa secara perlahan membuat anak menjadi brutal dan beringas. Karena didalamnya para pemain harus saling memusnahkan pemain lainnya agar bisa menjadi satu-satunya yang masih bertahan. Bahkan mereka juga menganggap game ini bisa menjadi salah satu potensi masalah yang bisa menghancurkan rumah tangga.

Selain itu, mereka juga sangat kecewa mengetahui bahwa ketika dimainkan secara “live”, game ini seperti mendiskreditkan simbol-simbol islam. Membuat pihak MPU semakin yakin untuk kemudian mengharamkan PUBG di Aceh. Mereka juga berharap pemerintah pusat mendukung dan memblokir konten PUBG supaya tidak banyak lagi yang memainkannya.

Mereka menambahkan bahwa hal ini semakin mengkhawatirkan ketika dihubungkan dengan masih banyaknya bilik warnet yang biliknya tertutup. Karena hal itu semakin membuat anak bebas bermain tanpa pengawasan orang dewasa. termasuk akhirnya bebas bermain game PUBG dan nilai-nilai negatifnya pun semakin tertanam. Anda yang menggemari game ini mungkin harus bersiap-siap kecewa. Karena jika masalah terus berlanjut, bukan tak mungkin game PUBG dilarang di seluruh wilayah Indonesia.